Program Organisasi

Kantor

Mail Address :
Perumahan Taman Laguna, Ruko No. 112
Jl. Alternatif Cibubur
Bekasi 17435
          (+62 21) 8459-0227
          (+62 21) 8459-0227
          gpmt_pusat@yahoo.com

Kongres GPMT ke 13 Kemeriahan Dalam Kebersamaan

Empat puluh tahun bisa dibilang usia yang menandakan suatu kedewasaan dan kematangan pikiran seseorang. Dalam hal suatu keorganisasian, empat puluh tahun berkiprah merupakan suatu bukti keprofesionalan dan kesolidan suatu organisasi. Hal ini telah dibuktikan oleh GPMT, sebagai satu-satunya asosiasi produsen pakan di Indonesia.

 

Pembukaan Kongres

GPMT kembali menggelar kongresnya selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 19-21 Mei 2016 yang lalu di Rancamaya Hotel, Bogor dengan tema “Kepastian Ketersediaan Bahan Pakan untuk Menunjang Daya Saing”. Acara pembukaan kongres juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Direktur Perikanan Budidaya (diwakilkan).

 

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara tersebut. Ia juga berharap GPMT semakin solid, kompak, dan dapat terus membangun hubungan baik bersama pemerintah. Ia menyebut GPMT merupakan salah satu asosiasi yang besar andilnya dalam membangun peternakan di bumi ibu pertiwi.

 

Muladno juga memberi beberapa masukan bagi GPMT. “Saya membaca judul di sini ada ulang tahun ke-40 dan kongres ke-13. Sebagai Dirjen memberi catatan saja, asosiasi ini sudah berumur, sudah punya akta kelahiran, tapi belum diakui pemerintah karena belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Sayang sekali jika asosiasi besar ini belum diakui oleh pemerintah. Kiranya saya mohon dengan hormat agar GPMT segera mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM,” tuturnya.

 

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum GPMT, Sudirman mengatakan bahwa Indonesia boleh bangga karena industri pakan tetap tumbuh walaupun pertumbuhannya dibawah 8% setiap tahunnya. Produksi pakan juga meningkat menjadi 16 juta ton pada tahun lalu. “Banyak pelaku usaha berkeyakinan bahwa tidak sampai 10 tahun lagi, pertumbuhan industri ini naik berkali lipat. Jadi industri pakan akan tetap tumbuh sejalan dengan perkembangan industri peternakan dan perikanan di Indonesia,” paparnya.

 

Ia melanjutkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk berkembang. Beberapa potensi tersebut yakni jumlah penduduk yang besar serta konsumsi protein hewani yang masih rendah. Dampaknya, Indonesia akan tetap menjadi sasaran investor lokal maupun asing terutama dalam industri pakan ternak.

 

Sudirman mengaku telah menemui beberapa perusahaan dari luar negeri yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. “Kita berharap iklim investasi tetap membaik dan menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di sini. Namun, masih banyak permasalahan yang menggeluti,” pungkasnya.

 

Contoh konkrit masalah yang menggelayuti industri pakan setahun belakangan ini misalnya saja ketersediaan bahan baku (jagung). “Kami terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah, tentunya kami juga akan mematuhi aturan yang sudah dibuat. Yang jelas kami ada dipihak yang sama dengan tujuan yang sama, yakni memajukan industri peternakan,” kata Sudirman. Acara pun kemudian dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno.

 

Talkshow Interaktif

Berbeda dengan beberapa kongres yang digelar sebelumnya, pada kongres ke-13 kali ini GPMT melangsungkan acara talkshow. Tema dari acara talkshow tersebut yakni mengenai perjalanan GPMT dari masa ke masa. Acara tersebut dimoderatori oleh Harris Muhtadi dan Anang Hermanta. Narasumber yang dihadirkan yakni beberapa orang mantan ketua GPMT pada periode sebelumnya seperti David Rebo, Djalil Somawidjaja, Danny Kusmanto, Boediarto Soebijanto, serta Sudirman.

 

Dalam acara santai tersebut dibahas mengenai sejarah berdirinya GPMT, hingga beberapa permasalahan yang melanda industri peternakan di Indonesia. GPMT sebagai asosiasi dalam bidang peternakan turut serta mengawal, memberikan kontribusi, bahkan menyelesaikannya. “Konflik yang ada saat ini tidak jauh beda jika dibandingkan dengan saat kami masih menjabat dulu. Misalnya fluktuasi harga ayam hidup, kelangkaan bahan baku pakan, dan lain sebagainya hanya saja pendekatan dalam penyelesaiannya yang berbeda. Intinya semua masalah ada penyelesainnya, dan cara penyelesaiannya itu yang berkesan bagi kita,” tutur Danny Kusmanto.Serupa dengan Danny, dalam benak Djalil Somawidjaja masih sangat berkesan masalah pajak bahan baku pakan. “Sangat berkesan bagi saya pada waktu itu, sampai waktu kita bikin acara seminar di Jakarta yang datang pesertanya membludak. Selain itu negosiasi dengan pemerintah saat itu sangat alot. Intinya perjuangan kita saat itu menandakan bahwa kita ada pihak rakyat (peternak),” Papar Djalil.

 

Mengawetkan Sejarah

Sebagai organisasi yang telah malang melintang di dunia peternakan khususnya industri pakan, GPMT juga melakukan launching buku yang berjudul “Buku Kenangan 40 tahun GPMT, Catatan Industri Pakan di Indonesia”. Buku tersebut berisi mengenai perjalanan panjang sejarah berdirinya GPMT beserta kiprahnya dalam dunia peternakan Indonesia.

 

Dalam buku tersebut juga tertuang mengenai isu-isu dan permasalahan strategis di dunia peternakan sejak GPMT didirikan hingga kini. Di sana tertulis pula tanggapan dan peran GPMT sebagai stakeholder di dunia peternakan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan tadi.

 

Buku ini menuai berbagai tanggapan yang positif, misalnya dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno. “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya pun kalau ditanya kapan GPMT mulai ada juga tidak tahu, perannya zaman dulu juga apa pasti tidak tahu. Tapi dengan adanya buku ini saya sedikit terbantu, GPMT merupakan salah satu partner pemerintah sejak dulu hingga kini,” pungkasnya.

 

Tanggapan lain didapatkan dari peserta kongres yakni Heri Setiawan dari PT Wonokoyo Jaya Corporindo. “Buku ini disebutkan bahwa para senior pengurus GPMT yang terdahulu telah membuktikan bahwa persoalan di dunia peternakan dapat diselesaikan. Jadi menurut saya persoalan yang ada saat ini juga pasti ada solusinya, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja,” pungkas Heri.

 

Penguatan Organisasi

Pada kongres hari kedua, GPMT mengumumkan bahwa kini anggota mereka telah betambah dari 52 menjadi 75 anggota hingga tahun 2016. Dalam kongres hari kedua ini pula dilangsungkan sidang 3 komisi yang ada di GPMT yang membahas isu-isu terkini di bidang peternakan, perikanan, serta kesehatan hewan serta peran GPMT dalam menyikapinya.

 

Selain itu juga dibacakan laporan pertanggung jawaban dari divisi pakan akuakultur, serta laporan pertanggung jawaban dari bendahara GPMT. Acara puncak yakni pemilihan Ketua Umum dan 4 Ketua, serta pelantikan pengurus Komda. Yang unik dan sedikit berbeda yakni pemilihan 4 orang ketua. Kembali ke format lama, pemilihan 4 orang ketua setelah ketua umum ditujukan untuk menguatkan organisasi.

 

Dalam sambutannya Ketua Umum baru yang terpilih melalui aklamasi, Sudirman mengucapkan terima kasih atas kepecercayaan anggota memilihnya kembali. Kedepannya tantangan yang dihadapi bakal lebih berat. “Dari masa ke masa kepengurusan memiliki ciri khas tersendiri dalam menghadapi permasalahannya,” tuturnya. Ia berharap pengurusan yang baru terbentuk, akan lebih dinamis karena situasi yang dihadapi juga dinamis. Ia juga mengajak seluruh anggota agar turut berperan aktif menciptakan komunikasi dan kebersamaan yang baik internal maupun eksternal.

 

Meramu Keakraban

Hari ketiga ditutup dengan cara yang santai yakni outbond dengan berbagai permainan sederhana yang melatih kekompakan dan kebersamaan. Diharapkan dengan diadakannya outbond para anggota GPMT dapat mengejawantahkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bekerja dan berorganisasi, khususnya dalam tubuh GPMT. Jayalah terus GPMT, semoga terus konsisten membangun bangsa melalui industri peternakan.